Kamis, 14 Des 2017
  • Home
  • Berita
  • Tuntutan Ditunda Berkali-kali, Penasihat Hukum Minta Persidangan Sederhana, Cepat, Berbiaya Ringan

Tuntutan Ditunda Berkali-kali, Penasihat Hukum Minta Persidangan Sederhana, Cepat, Berbiaya Ringan

HLR/MPT Selasa, 28 November 2017 22:07 WIB
MPT

Advokat Yuli Arliyanti, S.H., MH., berkonsultasi dengan terdakwa Perinando S, setelah sidang tuntutan ditunda untuk ketiga kalinya.

Ter Iklan 1
Sei Rampah, Sumatera Utara (Larasonline.com)

Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai, Juita Citra Wiratama, S.H., pada persidangan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam tanggal 28 November 2017 di Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, meminta penundaan untuk ketiga kalinya, sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Perinando S. Yuli Arliyanti, S.H., M.H., Penasihat Hukum terdakwa Perinando S., dari Lembaga Bantuan Hukum Trisila Sumatera Utara menghimbau persidangan dapat dilaksanakan dengan mempedomani asas cepat, sederhana dan berbiaya ringan yang diatur dalam Pasal 50 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Dijelaskan Yuli, penundaan sidang tuntutan kasus ini sudah terjadi 3 (tiga) kali. Sidang tuntutan pertama digelar pada Selasa tanggal 14 November. Sidang ini ditunda karena menurut Jaksa surat tuntutan belum turun dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Sidang tuntutan kedua digelar pada Selasa 21 November 2017, dan diminta tunda dengan alasan sama. Penundaan sidang ketiga kalinya pada hari ini masih dengan alasan tuntutan belum turun.

"Klien saya kecewa dan merasa dirugikan dari segi waktu, biaya dan terutama dalam segi hak atas kepastian hukum karena penundaan sidang tuntutan sampai tiga kali begini", ditegaskan Yuli kepada larasonline.com. Yuli mengapresiasi sikap Ketua Majelis Hakim Silvia Ningsih, S.H., M.H., yang meminta agar Jaksa membuat sendiri tuntutan untuk dibacakan dalam persidangan  selanjutnya pada Selasa tanggal 05 Desember 2017, apabila Surat Tuntutan belum turun juga dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Perinando S disidangkan di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam karena diduga  melanggar tiga Pasal Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Pertama, Dakwaan Primair Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Kedua, Dakwaan Subsidair Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa dengan ancaman hukuman 15 (lima belas) tahun penjara. Ketiga, Dakwaan Lebih Subsidair Pasal 365 ayat 3 KUHP pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan orang mati. (MPT/HLR)
     


Editor: HLR

T#gs Perinando SSidang kasusTuntutan jaksa
Komentar
5 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Heri Yanto, ST
Tes
Reply Jumat, 08 Des 2017 03:10
Heri Yanto, ST Jumat, 08 Des 2017 03:11
Jawwb
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Bertha Manik
Bagaimana kelanjutan sidangnya nih?
Reply Rabu, 13 Des 2017 15:17
M Putri Tampubolon Rabu, 13 Des 2017 15:38
Stlh 3x tunda, tgl 6 desember 2017 JPU menuntut Terdakwa pos 340 KUHP dgn tuntutan 20 thn penjara. JPU mengabaikan tindakan pencurian oleh terdakwa.
Silakan Login untuk memberikan komentar.
M Putri Tampubolon
Ini jadi preseden buruk bagi peradilan pidana. Jaksa tdk memberi kepastian hukum bagi terdakwa. Sdh seharusnya majelis hakim memberi peringatan keras utk JPU.
Reply Rabu, 13 Des 2017 15:29
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments